Kajian Ini Sangat Perlu Anda Ketahui Sebelum Melakukan Imunisasi MR (Rubella)

Lebih Banyak Artikel TORCH >>> » Kajian Ini Sangat Perlu Anda Ketahui Sebelum Melakukan Imunisasi MR (Rubella)

  

Imunisasi MR Rubella - Dalam sejarahnya, vaksin Measles Rubella pernah menjadi perdebatan. Aktris Amerika Jenny McCarthy adalah satu sosok ibu dari gerakan anti-vaksin menyatakan sikapnya yang sangat vokal terhadap vaksin campak, gondok, dan rubela (MMR). Dia percaya vaksin tersebut yang memicu Evan, anaknya mengalami autisme. Anggapan McCarthy dipicu oleh penelitian Dr. Andrew Wakefield yang diterbitkan di jurnal medis Inggris, The Lancet.

 

Penelitian itu kemudian dibantah dan ditarik kembali, setelah dilaporkan bahwa data Dr. Andrew Wakefield tersebut ternyata palsu. Menurut Brian Deer, jurnalis investigatif untuk London’s Sunday Times, dokter Wakefield dibayar lebih dari £400.000 ($665.000) oleh seorang pengacara yang bertujuan untuk membuktikan bahwa vaksin MMR tersebut tidak aman.

 

Heidi J. Larson dari London School of Hygiene and Tropical Medicine menyatakan vaksin untuk anak-anak adalah kewajiban, bukan pilihan. Setiap orang tua bertugas merawat semua anak di lingkungannya.

 

“Anda merawat semua anak untuk melindungi masyarakat luas. Keluarga yang menerima subsidi pemerintah atau asuransi kesehatan seharusnya tidak diizinkan untuk tidak ikut vaksinasi. Seharusnya tidak ada pengecualian agama untuk vaksin,” tambah Larson. 

 

Terlebih lagi, tidak ada pengobatan untuk penyakit campak dan rubella. Imunisasi dengan vaksin MR adalah pencegahan terbaik untuk penyakit campak dan rubella.

 

Adi Santoso, kepala laboratorium Protein Terapeutik dan Vaksin, LIPI kepada Tirto.id menyatakan bahwa vaksin, selain menimbulkan terjadinya proses kekebalan tubuh secara aktif dalam tubuh manusia, keberadaan vaksin dalam masyarakat dapat memberikan efek kebaikan-kebaikan lainnya. “Orang yang telah divaksin tentunya mempunyai kekebalan tubuh yang lebih baik sehingga secara teori akan dapat mengurangi penggunaan antibiotik,” kata Adi.  

 

Tahun ini, Kementerian Kesehatan menjalankan program penambahan vaksin baru di seluruh wilayah Indonesia. Vaksin tersebut di antaranya adalah Measles dan Rubela (MR), Japanese Encephalitis (JE) dan Pnemokukus. Program ini dilakukan guna melengkapi imunisasi dasar lengkap dan menekan angka kesakitan dan kematian anak.

 

Hal ini ditegaskan Menteri Kesehatan RI, Prof. dr. Nila Moeloek, Sp.M (K) pada Rapat Kerja Menteri Kesehatan. Ia menyatakan bahwa imunisasi MR akan dilaksanakan dalam dua fase. Fase pertama dilaksanakan Agustus dan September 2017 di Pulau Jawa. Sementara itu, fase kedua akan dilaksanakan pada tahun 2018 di seluruh Indonesia.

 

Kampanye imunisasi Measles Rubella (MR) adalah suatu kegiatan imunisasi secara masal sebagai upaya untuk memutuskan transmisi penularan virus campak dan rubella pada anak usia 9 bulan sampai dengan 15 tahun. Program ini bertujuan untuk memutus transmisi penularan virus campak dan rubella.

 

Ini adalah salah satu pilihan yang bisa Anda lakukan untuk terhindar dari infeksi virus Rubella. Semua tetap ada jalan, baik Anda termasuk orang yang pro atau kontra Vaksin. Apabila Anda kontra vaksin, maka jalan mudahnya adalah dengan usaha meningkatkan sistem kekebalan tubuh secara alami.

 

Lalu pertanyaannya adalah, apakah Anda termasuk orang yang pro atau kontra Vaksin?

 

Sebagai perbandingan, kami juga memberi beberapa pembanding mengenai argument kelompk anti vaksin. Itu sangat penting supaya kita bisa menilai dan memilah secara objektif.

 

Hubungi Kami

marketing herbal impotensi 1

Marketing 1 - Alfi

081232227444 / 085641034444

infopusat5@gmail.com

 

 

Marketing 2 - Alam

085329990002 / 085726726002

kotakpesan1@gmail.com

 

PIN 762A3824

 

 

081232227444

 

 

Jam kerja kami adalah Senin-Sabtu, pukul 08:00-16:00 WIB. Kami libur pada hari minggu dan hari libur nasional.